Simple Template For Entertainment News

Headline

Email: sutradaracinta@gmail.com
Phone: +6281229821222

Music

Tampilkan postingan dengan label download mp3 terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label download mp3 terbaru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2011

Terlalu Lama, Warna Baru Vierra

Sejak awal kemunculannya, kwartet ini sudah memberi angin segar untuk dunia musik Indonesia. Dan jika kemudian mereka meng-eksplore lagi musik mereka, kembali lagi mereka menghembuskan kesegaran. Kemudaan mereka memberi banyak ruang untuk notasi-notasi yang segar. Yang sebenarnya banyak ditemui di band-band rock yang akrab dengan anak muda. Namun, mereka punya kesadaran dan komitmen tinggi untuk tetap menuangkannya dalam musik pop. Itulah yang terasa dari single terbaru mereka Terlalu Lama.

Di lagu ini, kita bisa merasakan Kevin Aprilio (Keyboard) yang seringkali dominan dalam setiap lagu Vierra, memberi ruang lebih banyak kepada Raka (gitar) dan Satrya (drum). Samar namun tegas, kita bisa mendengar riff gitar menemani Widi bernyanyi. Permainan drum di lagu ini juga terasa lebih powerfull. Nah, Kevin tetap bertugas menjaga agar lagu ini tetap berada di jalur musik Vierra.

Seiring perjalanan band ini, cara bernyanyi Widi juga mulai terasa warna dan karakternya. Dan di lagu ini, dia bernyanyi dengan notasi yang tak biasa tapi tetap bisa bikin sing along. Mengajak kita langsung ikut bersenandung. Dan bahkan ikut bernyanyi karena liriknya pun mudah diingat. Temanya pun sangat simple, tentang seorang cewek yang terlalu lama menunggu sang lelaki menyatakan cintanya.

Ya, kwartet ini memang masih sangat muda. Bisa dipercaya, lagu-lagu mereka akan terus berkembang lagi. Jadi jangan kaget kalau suatu saat nanti, Vierra akan memberi banyak warna di lagunya. Sekarang kita nikmati dulu, sebuah lagu pop yang powerfull, Terlalu Lama

READ MORE >>

The Fly, Band Keramat Sang Penyelamat

Jangan heran kenapa saya menyebut The Fly sebagai ‘band keramat’. Selain musikalitas mereka yang mumpuni, jam terbang yang tinggi, passion bermusik yang mengagumkan, ditambah dengan semangat membara untuk terus berkarya dan bertahan dalam industri musik, The Fly adalah salah satu grup band di belantika musik tanah air yang patut mendapat perhatian khusus.

Band yang berdiri sejak 5 Desember 1994 tersebut sudah menelurkan lima album. Siapa yang tak mengenal lagu berjudul Terbang yang sempat menjadi hits di tahun 2000? Meski sempat vakum hampir selama empat tahun dan dua kali bongkar pasang vokalis, The Fly yang dimotori oleh Kin Aulia ini kembali menunjukkan tajinya dengan merilis album anyar bertajuk A New Beginning From Another Beginning’s End.

Melalui album terbarunya, The Fly bermetamorfosis dengan menghadirkan warna modern rock dalam adonan progresif. Sebuah pergerakan berbeda dari kelima album sebelumnya. Untuk menyempurnakan proses metamorfosis tersebut, The Fly merekrut vokalis baru bernama Tedy yang memiliki karakter suara unik; timbre melodik dengan kemampuan falsetto yang apik. Sehingga sebagai vokalis, Tedy memiliki kemampuan khas yang membedakannya dari vokalis terdahulu.

Hasilnya bisa disimak pada single berjudul Sang Penyelamat, sebuah aransemen agresif dalam lengkingan yang memabukkan. Tampaknya Kin Aulia (Gitar, Vokal, Aransemen), Levi Santoso (Bass), Iik Adithya (Keyboard), dan Tedy (Vokal) ingin menyatakan, “inilah eksplorasi optimal kami.”


Selain Sang Penyelamat, di album terbaru ini Kin dkk. memasukkan lagu berbahasa Inggris bertajuk Silenced, yang rencananya akan dirilis di portal iTunes untuk menjaring pasar internasional. Bahkan single ini akan segera dibuatkan video klipnya di Negeri Kanguru, Australia.

Uniknya, meskipun melakukan inovasi, The Fly tetap konsisten mengeksplorasi rasa sakit, kesedihan, dan amarah sebagai bidak utama dalam lirik lagu-lagunya. Mereka mencoba memaparkan nilai-nilai dalam karya mereka menjadi sebuah dialog nurani, tak semata pengaruh emosi. Keberanian The Fly mengusung warna baru membuktikan bahwa masih ada kreativitas dan keinginan untuk terus bersaing, tak hanya sekedar meramaikan. (FALCON MUSIC)
READ MORE >>

Sabtu, 05 Maret 2011

Leviosa, Hipnotis Pecinta Musik Dengan Maaf Tak Terucap

LEVIOSA – Maaf Tak Terucap ( Alb.Single / Pesta Musik )

Lelah dengan band masing-masing yang tidak ada perkembangan, Dio (Dio Susanto), Elang (Andri Erlangga) memutuskan untuk membentuk sebuah band baru. Sebagai seorang drummer dan gitaris mereka sadar sangat membutuhkan hadirnya vokalis dan bassis di band mereka. Gayung bersambut, dua  orang personil yang juga merupakan mahasiswa Universitas Gunadarma Jakarta ini bertemu Wisnu (Wisnu Gusman) dan Shimo (Edwin Shimo) dari lingkungan tempat tinggal yang sama bahkan kampus yang sama.

Dan seringnya bermain bersama akhirnya pada tanggal 29 Maret 2009, mereka sepakat untuk membentuk sebuah band yang serius, bernama LEVIOSA. Nama yang diambil dari mantra sihir Wingardium Leviosa dari film Harry Potter yang menjadi film favorit mereka. Dengan harapan lagu mereka juga dapat menyihir pendengarnya.

Diantara jadwal panggung yang lumayan banyak akhir mini album ini bisa diselesaikan dalam waktu relatifecepat, dan dibantu oleh musisi yang sudah senior terasa lebih fresh dan powerfull.

Inspirasi lagu-lagu LEVIOSA masih mangangkat tema yang sangat sederhana dan universal, cinta. Seperti single “Maaf tak terucap”, ditulis salah satu personilnya saat melamun di kelas ketika dosen sedang menerangkan, lamunan tentang sesosok gadis.

Akhir 2010, LEVIOSA dan PESTAMUSIK menandatangani kontrak kerjasama untuk mengedarkan lagu-lagu milik band ini dalam format digital.

Ada 5  lagu LEVIOSA dalam album mini mereka yaitu :
1.    Bila Cinta
2.    Maaf tak terucap
3.    Sepenuh jiwa
4.    Tak seperti dia
5.    Pahami Cinta

Sudah dapat dibeli di pestamusik.com dalam format full track dan RBT. Leviosa, Dio (Drum), Shimo (Vocal), Elang (Guitar), Wisnu (Bass) berharap sihir mereka juga dapat ampuh layaknya Harry Potter. Beli Yang Asli yah

READ MORE >>

Olla Zen, Tak Hanya Sekedar Kosong

OLLA ZEN – Kosong ( Alb.Single / Demajors )

Diantara penyanyi solo wanita di Indonesia yang semakin hari terus bermunculan, Olla Zen putri asli Betawi dating dengan image remaja feminine yang lugu, berkomunikasi dan berkarya melalui piano dan musik .
Penyanyi pendatang baru ini akan memberikan hawa segar di blantika musik Indonesia dengan mendaur ulang karya musik dari sebuah band indie ternama: Pure Saturday dengan lagu “KOSONG” nya.

Selain memberikan sebuah penghargaan terhadap salah satu “harta karun” karya musik anak bangsa, Olla Zen pun memasukkan mereka sebagai living legend di industri musik tanah air. Dengan bekal izin yang diberikan oleh pemilik lagu, Olla Zen mencoba mengaransemen ulang lagu tersebut menjadi sebuah lagu baru versi solo piano tanpa menghilangkan nillai dan birama aslnya.
Hadapi hidup dengan semangat walaupun lagu anda mellow atau slow. Rasakan perbedaan dimensi pada lagu KOSONG versi Olla Zen.

READ MORE >>

Twitter Update

Bagaimana Menurut Anda Informasi Yang Saya Sajikan

Total Tayangan Halaman

 

Copyright © 2009 by SUTRADARA CINTA Powered By Blogger Design by ET